Peneliti ingatkan akan terjadi pemutihan terumbu karang secara masif enam hingga 12 bulan mendatang.
| Peta pemutihan koral (Guardian Graphic source: NOAA) |
Surga penyelaman di Great Barrier Reef. Foto: IMAGEBROKER, Alamy
Peneliti memperingatkan bahwa bleaching atau pemutihan terumbu karang semakin parah dari waktu ke waktu. Jika hal ini terus terjadi maka bukan tidak mungkin akan terjadi kematian terumbu karang secara masif.
Secara khusus peneliti mengungkap bahwa bleaching di kawasan perairan Samudera Pasifik bagian utara adalah yang terparah. Dalam waktu dua dekade bleaching di kawasan ini telah memasuki tahap yang parah.
Fenomena ini telah berdampak diberbagai kawasan seperti Kepulauan Mariana, Guam, Hawaii, Kiribati, dan Florida. “Secara global ini adalah pemutihan terumbu karang
besar-besaran. Mungkin fenomena ini awal sebuah peristiwa bersejarah,”
ujar koordinator Coral Reef Watch Dr. Mark Eakin dilansir dari The Guardian.
Di
Kepulauan Marshall juga telah terjadi pemutihan yang belum pernah
diperkirakan. Pemutihan ini terjadi pada sekitar 34 atol dan kepulauan. The Guardian melaporkan menjadi saksi hamparan terumbu karang yang terlihat seperti hutan tertutup salju.
Sementara
di kawasan Pasifik Selatan dan Samudera Hindia terjadi kenaikan suhu
air laut. Pemanasan suhu air laut terjadi lantaran pergantian musim dan
adanya arus. Hal ini juga membuat peneliti khawatir tentang kondisi
terumbu karang.
Tahun 1998 terjadi kasus pemutihan koral terparah.
Peristiwa ini disebabkan adanya kombinasi badai El-Nino dengan
perubahan iklim yang dibarengi pula dengan kenaikan suhu air laut.
Setidaknya 15 persen terumbu karang di dunia mati karena peristiwa alam
tersebut.
Eakin memprediksi pemutihan terumbu karang juga akan terjadi di Great Barrier Reef,
Australia pada awal Januari ini. Menurutnya pemutihan bukan hanya
terjadi di wilayah tersebut tetapi hampir di seluruh dunia. “Banyak
terumbu akan akan mati. Kemungkinan peristiwa kematian terumbu karang
besar-besaran tahun 1998 silam akan terjadi kembali, tepatnya enam
hingga 12 bulan mendatang,” ujarnya.
(Elisabeth Novina, Sumber: The Guardian)







0 komentar:
Posting Komentar