Indah, menarik, unik, dan mengagumkan memang pantas disematkan padamu,
mangrove. Karena kau sangatlah mempesona. Mempesona semua makhluk yang
memandangmu.
Semilir angin yang berhembus membuatku merasakan kesejukan kala aku
mengunjungimu. Pemandangan nan hijau juga sangat memanjakan mata.
Sungguh damai dan tenang jiwa ini tatkala berada di sekelilingmu.
Karena kau juga Nusantara kita disebut paru-paru dunia. Keberadaanmu
sangat melimpah, bahkan paling melimpah diantara semua mangrove
negara-negara lain. Kau memegang peranan penting sebagai penyerap
karbon, hingga kau mampu mengurangi efek pemanasan global di dunia
ini.
Kau membawa sejuta manfaat bagi makhluk di dunia ini. Kau merupakan
rumah bagi kepiting, ikan, udang, dan biota laut lainnya. Mereka
beranak pinak dan tumbuh besar disana. Burung dan kera juga
menjadikanmu untuk tempat singgah dan mencari makan. Kau juga mampu
mengurangi terjadinya abrasi laut. Dan anggota tubuhmupun banyak
dimanfaatkan oleh sebagian besar makhluk yang disebut manusia.
Batangmu bisa dijadikan arang berkualitas tinggi, bahan pembuatan
papan, obat dan pewarna batik. Buahmu bisa dijadikan sumber makanan.
Daunmu dapat dijadikan obat. Betapa mulia kehadiranmu di dunia ini.
Tapi, kini keberadaanmu sangat menyayat hatiku. Jumlahmu semakin hari
semakin berkurang. Semakin banyak tangan-tangan jahat yang merusakmu.
Semakin banyak tangan-tangan nakal yang menyakitimu. Semakin banyak
tangan-tangan usil yang mengotori sekitarmu hingga membuatmu tak
nyaman. Semakin banyak tangan-tangan yang merasa tak berdosa
membunuhmu. Dan semakin banyak tangan-tangan keji yang memanfaatkanmu
hingga di luar batas kewajaran. Tangan-tangan itu adalah tangan-tangan
manusia yang rakus, rakus dengan segala apa yang ada, termasuk yang
ada pada dirimu.
Mangrove, meskipun aku sama-sama manusia namun aku bukanlah manusia
yang seperti itu. Andai saja aku punya penglihatan yang tak terbatas
dan sanggup mengintai di segala penjuru manusia-manusia yang menjadi
musuhmu, aku akan menangkap mereka dan membuat mereka jera. Karena aku
tahu kau tak bisa lari layaknya seekor rusa yang akan diterkam singa
ketika mereka mengganggumu atau berteriak-teriak minta tolong seperti
halnya seorang perempuan yang diburu kawanan perampok. Namun itu
hanyalah sekedar pengandaian karena aku tak mungkin melakukan itu.
Yang mungkin bisa aku lakukan adalah menanam, menjaga, dan merawatmu.
Menanammu sebanyak-banyaknya hingga kau melimpah lagi,hingga kau bisa
memberikan kenyamanan ketika aku disekelilingmu, dan hingga kau bisa
memberikan banyak manfaat lagi. Aku juga akan menjagamu dari
tangan-tangan tak bertanggungjawab yang berusaha mengganggumu, yang
berusaha mengotorimu. Dan aku akan selalu merawatmu hingga kau tumbuh
dengan sangat cantik dan tampan, hingga semuanya akan kembali
terpesona padamu.
Kerusakan mangrove yang semakin hari semakin parah harus segera
ditindaklanjuti. Masyarakat, pemerintah, pihak swasta, dan mahasiswa
atau orang terdidik yang peduli dan sadar terhadap hal ini sangatlah
diperlukan. Masyarakat, terutama yang berada di sekitar mangrove
sangatlah diperlukan campur tangannya untuk mengelola mangrove.
Pemerintah, sebagai penyuplai dana dan pemberi izin segala hal harus
mempermudah pelaksanaan penyelamatan mangrove. Pihak swasta, sebagai
penyuplai dana seperti halnya pembelian bibit dan perawatan mangrove
juga sangat diperlukan. Mahasiswa sebagai insan yang terdidik dan
melek ilmu wajib meng-share-kan ilmu yang diperolehnya. Mereka juga
bisa mempelopori terbentuknya suatu komunitas yang berkecimpung
menangani mangrove dengan menggeret segala kalangan, baik dari sesama
mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan swasta. Masyarakat sekitar
dalam hal ini sangatlah vital keberadaanya, karena mereka selalu
berada di areal mangrove sehingga mampu mengawasi dan menjaga mangrove
lebih dari yang bisa dilakukan lainnya. Oleh karena itu, mengajak
masyarakat sekitar untuk bergabung dalam komunitas peduli mangrove
dalam tujuan melestarikan mangrove harus lebih digalakkan. Semuanya
memang harus saling bekerjasama demi kembalinya eksistensi mangrove di
Indonesia.
Kemudian, sosialisasi tentang mangrove kepada masyarakat sekitar
mangrove sangatlah diperlukan. Sosialisasi yang disampaikan bisa
berupa manfaat mangrove, cara menanam bibit mangrove, dan cara merawat
mangrove. Pemberian pemahaman bahwa mangrove tumbuh dengan sangat lama
juga mutlak diperlukan agar masyarakat paham bahwa mereka tidak boleh
menebang mangrove dengan sembarangan. Dengan dilakukan sosialisasi
seperti ini, masyarakat sekitar akan mengetahui betapa banyak manfaat
yang diperoleh dari mangrove ketika mangrove hidup dengan lestari.
Masyarakat juga akan mengerti untuk apa mangrove perlu dilestarikan
dan bagaimana cara pelestariannya, termasuk penanaman bibit-bibit
mangrove dan juga perawatannya.
Selanjutnya, setelah masyarakat sekitar diajak untuk ikut dalam
komunitas peduli mangrove dan diberikan sosialisasi tentang mangrove,
rehabilitasi mangrove seyogyanya melibatkan masyarakat sekitar selain
melibatkan pihak swasta dan pemerintah sebagai pemberi izin dan
penyuplai dana. Dengan melibatkan masyarakat sekitar maka mereka akan
merasa memiliki sehingga mereka akan lebih bertanggungjawab. Mereka
tidak akan menebang dan merusak mangrove sembarangan untuk memenuhi
kebutuhan mereka. Ini memungkinkan mangrove untuk tetap lestari.
Lebih lanjut lagi, untuk pengelolaan mangrove dengan tetap
memperhatikan kelestariannya maka perlu dibentuk suatu badan
organisasi yang menanganinya dengan beranggotakan komunitas peduli
mangrove yang telah terbentuk tadi, misalnya dalam bentuk koperasi.
Koperasi tersebut berbadan hukum dan diawasi oleh pemerintah,
pemerintah setempat khususnya. Koperasi tersebut diberikan kewenangan
untuk mengelola mangrove, termasuk mengambil manfaat-manfaat yang
dapat diambil dari mangrove seperti halnya mengambil kepiting, ikan,
udang, dan biota lainnya. Selain itu, koperasi tersebut juga
diperbolehkan mengambil batang, daun, buah, dan akar mangrove untuk
dijadikan arang, obat-obatan, sumber makanan, dan sebagainya. Nah,
kesemuanya tadi bisa dijadikan sebagai komoditi mangrove yang
mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Namun pengambilan tersebut
haruslah terkontrol, misalnya hanya mengambil biota yang jumlahnya
cukup banyak dan hanya menebang mangrove yang cukup besar. Disamping
itu, dengan menjadikan kawasan mangrove sebagai tempat wisata maka
koperasi tersebut akan memperoleh keuntungan tersediri. Semua hasil
yang diperoleh akan masuk ke koperasi dan kemudian keuntungannya akan
dibagikan kepada anggota koperasi sesuai dengan peraturan yang telah
disepakati. Dengan begitu, maka perekonomian masyarakat sekitar akan
meningkat dan mereka dapat hidup dengan lebih sejahtera. Mangrove pun
juga dapat hidup dengan lebih lestari dan sejahtera, sesejahtera
masyarakat sekitar yang disejahterakannya. Pelestarian mangrove yang
pro terhadap masyarakat sekitar dengan melibatkan mereka sehingga
mereka benar-benar dapat merasakan manfaatnya akan menjadikan mangrove
tetap lestari.
Nb : karya ini telah dipublikasikan dalam Kasemat Competition 2013 sebelum dipublikasikan dalam blog ini.