RSS

HOME

Teleskop Nuklir NASA Memotret Sinar X Matahari di Luar Angkasa

Teleskop nuklir NASA diorbitkan pada 2012 untuk melihat angkasa luar dalam sinar X bertenaga sangat tinggi.

Teleskop Nuklir NASA Memotret Sinar X Matahari di Luar Angkasa
Foto NASA/JPL-CALTECH tentang sinar X matahari yang didapat dari teleskop nuklir NASA, Nustar. (AFP/Getty via BBC Indonesia)

"Mata sinar X" teleskop nuklir yang dirancang untuk mengkaji galaksi dan lubang hitam telah mengalihkan perhatian ke matahari dan berhasil menfotonya. Nuclear Spectroscopic Telescope Array (Nustar) NASA diorbitkan pada 2012 untuk melihat angkasa luar dalam sinar X bertenaga sangat tinggi. Sekarang, setelah memasuki perpanjangan dari misi dua tahunnya, Nustar telah mengukur kecepatan putaran lubang hitam yang memiliki ruang gravitasi sangat kuat.
Gambar yang didapat membuktikan Nustar bisa mengumpulkan data mengenai matahari.
Karena tingkat kepekaan yang sangat tinggi, Nustar dapat memecahkan misteri seperti keberadaan "ledakan nano". Ledakan raksasa matahari dapat membantu pemahaman tentang mengapa atmosfir luar beberapa kali lebih panas dibandingkan permukaan.
Para ahli fisika pada mulanya berpikir untuk menggunakan Nustar guna mengkaji matahari dalam tahap penciptaan.
"Pada mulanya saya pikir ini adalah pemikiran yang gila," kata peneliti utama Profesor Fiona Harrison dari California Institute of Technology. Selain meneliti matahari, tim Nustar juga akan menggunakan perpanjangan misi sampai tahun 2016, untuk melanjutkan pengkajian objek yang lebih jauh lagi, termasuk lubang hitam.
(Sumber: bbc.co.uk/Indonesia)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wajah Bumi dari Luar Angkasa

Seperti apa wajah planet kita bila dilihat dari luar angkasa tanpa diedit atau disesuaikan dengan sudut pandang manusia?

Wajah Bumi dari Luar Angkasa
Wajah Bumi dari luar angkasa seperti diambil satelit Himawari 8 milik Jepang. Bumi tampak lebih abu-abu. (Japan Meteorological Agency)
Bill AndersBill Anders
 

Pale Blue Dot
Pale Blue Dot (NASA)
Seperti apa wajah planet kita bila dilihat dari luar angkasa tanpa diedit atau disesuaikan dengan sudut pandang manusia? Citra yang diambil oleh satelit cuaca Himawari-8 milik Jepang menunjukkannya. Tanpa diedit, Bumi ternyata tidak sebiru yang dibayangkan.
Himawari 8 yang diluncurkan pada 7 Oktober 2014 lalu memotret Bumi dari ketinggian 35.790 meter. Untuk mengambil gambar, satelit menggunakan instrumen Advanced Himawari Imager.
Himawari 8 bertugas untuk melakukan observasi secara terus-menerus di wilayah Asia Timur dan Pasifik bagian barat. Tahun 2016, Jepang bakal meluncurkan Himawari 9.
Dirilis situs Japan Meteorological Agency pada Kamis (18/12), citra Bumi yang nyata tanpa diedit dilihat dari luar angkasa ternyata lebih abu-abu. Kata "nyata" di sini punya sedikit jebakan, tergantung pada sudut pandang subyek yang melihatnya Bila manusia yang menandang secara langsung, Bumi memang akan tampak kebiruan. Hal itu dipengaruhi oleh kemampuan melihat mata manusia. Namun demikian, bila satelit yang memotretnya, Bumi tak akan tampak sebiru yang dibayangkan manusia. Warna biru yang dihasilkan biasanya merupakan hasil olahan dari citra.
Sejumlah citra Bumi dari luar angkasa telah dihasilkan oleh berbagai badan antariksa dunia.
 Citra yang paling fenomenal adalah pale blue dot yang dihasilkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Bumi sebagai titik biru pucat dari Planet Saturnus.
Selain itu, ada pula citra Bumi yang seperti kelereng biru ataupun Bumi yang tampak separuh dilihat dari Bulan.
(Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Galaksi Bima Sakti, Anggota Grup Lokal

Penelitian terbaru dari jaringan kosmik menyingkap rahasia dari peran jaringan kosmik dalam sejarah alam semesta.

Galaksi Bima Sakti, Anggota Grup Lokal
NASA's Spitzer Telescope telah memberikan sebuah gambaran inframerah ruang angkasa yang belum pernah ada sebelumnya dari Bima Sakti. Foto ini mewakili sebagian kecil dari mosaik utuh. (Kredit: NASA/JPL-Caltech/University of Wisconsin)

Galaksi penuh bintang seperti Bima Sakti tidak tersebar acak di alam semesta. Mereka biasanya berada dalam grup atau sebuah gugus. Contohnya, Galaksi kita Bima Sakti, merupakan anggota Grup Lokal bersama 30 galaksi lainnya. Sedangkan gugus galaksi merupakan versi yang lebih besar dari sebuh grup.
Kalau dibayangkan, maka grup galaksi itu seperti sebuah kota kecil, kemudian gugus galaksi itu adalah kota yang lebih besar dan supergugus galaksi adalah negara, yang di dalamnya ada kota-kota kecil dan kota-kota besar.
Tapi, cerita itu tidak berhenti disini. Semua supergugus galaksi di alam semesta membentuk sebuah “jejaring kosmik”.
Ilustrasi yang tampak di foto menunjukkan bagian dari jaringan kosmik. Mirip seperti jaring laba-laba, kamu juga bisa melihat pola halus seperti renda yang bersaling-silang di sleuruh kosmos, dan setiap titik adalah galaksi seperti Bima Sakti.
Penelitian terbaru dari jaringan kosmik menyingkap rahasia dari peran jaringan kosmik dalam sejarah alam semesta. Pada jaman dahulu kala, ketika usia alam semesta setengah dari usianya sekarang, galaksi yang terperangkap dalam jaringan kosmik akan mengalami percepatan dalam hidupnya dibanding galaksi yang ditemukan di tempat lain.
Para astronom menduga kalau hal ini terjadi karena adanya tekanan dari galaksi-galaksi di dekatnya. Galaksi-galaksi yang berkelompok dalam satu gugus di lengan jaringan kosmik berinteraksi satu sama lainnya hingga menyebabkan gas yang ada kemudian habis terpakai untuk membentuk bintang baru. Akibatnya gugus galaksi yang ada lebih cepat mengakhiri hidup mereka!
Terdapat sebuah fakta menarik, apabila galaksi Bima Sakti adalah biji wijen, maka jaringan kosmik dari alam semesta teramati akan sebesar Piramida Giza.
(Sumber: langitselatan.com)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemutihan Terumbu Karang Semakin Parah

Peneliti ingatkan akan terjadi pemutihan terumbu karang secara masif enam hingga 12 bulan mendatang.

Pemutihan Terumbu Karang Semakin Parah
Peta pemutihan koral (Guardian Graphic source: NOAA)

Surga penyelaman di Great ... 
Surga penyelaman di Great Barrier Reef. Foto: IMAGEBROKER, Alamy
 

Peneliti memperingatkan bahwa bleaching atau pemutihan terumbu karang semakin parah dari waktu ke waktu. Jika hal ini terus terjadi maka bukan tidak mungkin akan terjadi kematian terumbu karang secara masif.
Secara khusus peneliti mengungkap bahwa bleaching di kawasan perairan Samudera Pasifik bagian utara adalah yang terparah. Dalam waktu dua dekade bleaching di kawasan ini telah memasuki tahap yang parah.
Fenomena ini telah berdampak diberbagai kawasan seperti Kepulauan Mariana, Guam, Hawaii, Kiribati, dan Florida. “Secara global ini adalah pemutihan terumbu karang besar-besaran. Mungkin fenomena ini awal sebuah peristiwa bersejarah,” ujar koordinator Coral Reef Watch Dr. Mark Eakin dilansir dari The Guardian.
Di Kepulauan Marshall juga telah terjadi pemutihan yang belum pernah diperkirakan. Pemutihan ini terjadi pada sekitar 34 atol dan kepulauan. The Guardian melaporkan menjadi saksi hamparan terumbu karang yang terlihat seperti hutan tertutup salju.
Sementara di kawasan Pasifik Selatan dan Samudera Hindia terjadi kenaikan suhu air laut. Pemanasan suhu air laut terjadi lantaran pergantian musim dan adanya arus. Hal ini juga membuat peneliti khawatir tentang kondisi terumbu karang.
Tahun 1998 terjadi kasus pemutihan koral terparah. Peristiwa ini disebabkan adanya kombinasi badai El-Nino dengan perubahan iklim yang dibarengi pula dengan kenaikan suhu air laut. Setidaknya 15 persen terumbu karang di dunia mati karena peristiwa alam tersebut.
Eakin memprediksi pemutihan terumbu karang juga akan terjadi di Great Barrier Reef, Australia pada awal Januari ini. Menurutnya pemutihan bukan hanya terjadi di wilayah tersebut tetapi hampir di seluruh dunia. “Banyak terumbu akan akan mati. Kemungkinan peristiwa kematian terumbu karang besar-besaran tahun 1998 silam akan terjadi kembali, tepatnya enam hingga 12 bulan mendatang,” ujarnya.
(Elisabeth Novina, Sumber: The Guardian)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fusi Nuklir, Energi Murah Masa Depan

Fusi nuklir berkelanjutan diharap bisa sediakan energi murah masa depan.

Fusi Nuklir, Energi Murah Masa Depan
Tampilan dari fusi nuklir di Museum Houston, AS. Kajian mendapati, pada masa depan fusi nuklir bisa menggantikan ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil. Sumber :(VOA)

 
Ilmuwan di Amerika dan Eropa tengah bereksperimen dengan dua jenis reaktor fusi nuklir yang diharapkan di masa mendatang bisa menyediakan energi yang murah dan berlimpah dan akhirnya melepaskan ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.
Raksasa teknologi Amerika, Lockheed Martin, mengklaim akan memiliki reaktor fusi dalam waktu lima tahun. Kini para ilmuwan dari University of Washington mengatakan mereka juga sedang berupaya menciptakan fusi nuklir yang berkelanjutan.
Untuk diketahui, fusi nuklir tidak sepenuhnya aman, tapi jauh lebih aman dari pada reaktor fusi yang sekarang digunakan untuk membangkitkan listrik.
“Reaktor fusi tidak bisa meledak, bahan bakarnya tidak radioaktif untuk jangka panjang dan bisa menjadi sumber energi yang tidak terbatas,” kata Thomas Jarboe profesor fisika dari Universitas Washington.
“Tidak meninggalkan polusi di bumi, tidak ada bekas, tidak ada limbah radioaktif atau gas rumah kaca. Pada dasarnya fusi nuklir adalah sumber energi yang ideal,” kata Profesor Jarboe.
Fusi nuklir tak sepenuhnya aman, tapi jauh lebih aman dari pada reaktor fusi yang sekarang digunakan.
Tapi memulai proses fusi memerlukan kondisi yang hampir sama dengan permukaan matahari tapi pada ruang yang tertutup.
Begitu fusi dimulai, maka reaktor akan menghasilkan panas dalam jumlah besar untuk menciptakan uap dan menjalankan turbin generator listrik.
Para ilmuwan pun bereksperimen dengan beberapa metode untuk memulai fusi.
Salah satunya adalah ‘tokamak’ yang  sedang dibangun di Perancis yang akan menggunakan magnet yang sangat kuat untuk melekatkan plasma yang sangat panas tetap berada ditempatnya.
Tapi profesor Jarboe dan timnya sedang mengupayakan pendekatan yang berbeda, memasukkan arus listrik ke plasma itu sendiri untuk menciptakan ruang magnetik yang kuat.
”Apa yang kami temukan adalah cara untuk mempertahankan arus listrik jauh lebih efisien dari pada metode yang sekarang digunakan pada tokamaks,” kata Derek Sunderland, seorang peneliti.
Profesor Jarboe mengatakan membangun reaktor ukuran sebenarnya yang disebut ‘dynomak’ memerlukan lebih sedikit bahan dari pada reaktor tokamak.
“Itu akan memungkinkan pembuatan reaktor yang lebih murah karena tidak memerlukan banyak dinding, dan lebih sedikit kumparan yang perlu ditutup,” kata Thomas Jarbo.
(Sumber: VOA INDONESIA)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hukum Pascal

Bunyi Hukum Pascal adalah : Tekanan yang ditimbulkan zat cair didalam ruang tertutup diteruskan secara merata ke segala arah. 
Hukum Pascal dirumuskan dengan :
P1 = P2
F1/A1 = F2/A2
Pascal`s Law













 Gambar 1 : Hukum Pascal

Pemanfaatan Hukum Pascal yang sangat penting dan berguna sekali adalah dalam hal "memanfaatkan gaya yang kecil menghasilkan gaya yang besar contohnya adalah pompa hidrolik. Pompa ini memiliki 2 buah tabung yang luas penampang tabungnya antar keduanya berbeda. Pada tabung kecil dikerjakan dengan gaya F1. Tekanan yang dihasilkan pada cairan adalah p =F1/ A1
dengan A1 adalah luas penampang dari tabung yang kecil. Tekanan sebesar ini kemudian diteruskan ke permukaan cairan dalam tabung yang besar. Gaya yang bekerja pada permukaan cairan dalam tabung besar adalah:
F2 = p A2   
F2 = F1 A2
                 A1
dengan A2 adalah luas penampang tabung besar.
Melihat rumus diatas, maka gaya F2 pada tabung besar dapat diusahakan sebesar mungkin dengan perbandingan A2/A1. Dengan kata lain, luas penampang A2 harus berkali-kali lipat luas penampang A1.
Penggunaan Hukum Pascal pada berbagai peralatan antara lain :

1. Dongkrak Hidrolik
 Gambar 2 : Dongkrak Hidrolik
Sumber : www.google.com

Tau dongkrak kan? Alat ini merupakan alat wajib yang harus tersedia didalam mobil karena akan sangat membantu kita untuk mengganti ban mobil kita ketika bocor. Ketika dongkrak ditekan atau diungkit, maka penghisap kecil akan menekan cairan yang berada di reservoir. Cairan ini akan meneruskan tekanan ke penghisap besar sehingga akan mendorong benda yang ada diatasnya.
2.Tensimeter atau Sfigmomanometer
Gambar 3 : Tensimeter
Sumber : www.google.com


Prinsip kerja dari tensimeter adalah sebagai berikut : cairan yang tekanannya akan diukur harus memiliki berat jenis yang lebih rendah dibanding cairan manometrik, oleh karena itu pada alat pengukur tekanan darah dipilih air raksa sebagai cairan manometrik karena air raksa memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan berat jenis darah.
Berikut skema pengukuran tekanan menggunakan manometer. Tekanan dalam fluida statis adalah sama pada setiap tingkat horisontal (ketinggian) yang sama sehingga: Untuk lengan tangan kiri manometer .Untuk lengan tangan kanan manometer. Karena disini kita mengukur tekanan tolok (gauge pressure), kita dapat menghilangkan P Atmosfer .Sehingga dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tekanan pada A sama dengan tekanan cairan manometrik pada ketinggian h2 dikurangi tekanan cairan yang diukur pada ketinggian h1.
Dalam kasus alat pengukur tekanan darah yang menggunakan air raksa, berarti tekanan darah dapat diukur dengan menghitung berat jenis air raksa dikali gravitasi dan ketinggian air raksa kemudian dikurangi berat jenis darah dikalikan gravitasi dan ketinggian darah.

3. Alat Press Hidrolik
Gambar 4 : Alat Pengepres Hidrolik

Sumber : www.google.com



Press hidrolik tergantung pada prinsip Pascal : yang tekanan seluruh sistem tertutup adalah konstan. Salah satu bagian dari sistem adalah piston bertindak sebagai pompa, dengan kekuatan mekanik sederhana yang bekerja pada luas penampang kecil, bagian lain adalah piston dengan luas yang lebih besar yang menghasilkan kekuatan mekanis Sejalan besar. Hanya berdiameter kecil pipa (yang lebih mudah menolak tekanan) diperlukan jika pompa dipisahkan dari silinder tekan.
Hukum Pascal: Tekanan pada fluida terbatas ditransmisikan berkurang dan bertindak dengan kekuatan yang sama pada bidang yang sama dan pada 90 derajat ke dinding kontainer.
Sebuah cairan, seperti minyak , dipindahkan ketika piston baik didorong ke dalam. Piston kecil, untuk jarak tertentu gerakan, memindahkan jumlah yang lebih kecil dari volume yang dari piston besar, yang sebanding dengan rasio area kepala piston. Oleh karena itu, piston kecil harus dipindahkan jarak besar untuk mendapatkan piston besar untuk bergerak secara signifikan. Jarak piston besar akan bergerak adalah jarak yang piston kecil akan dipindahkan dibagi dengan rasio bidang kepala piston. Ini adalah bagaimana energi, dalam bentuk kerja dalam hal ini, adalah kekal dan Hukum Konservasi Energi puas. Pekerjaan kali kekuatan jarak, dan karena kekuatan meningkat pada piston lebih besar, jarak kekuatan diterapkan atas harus berkurang.
Cairan bertekanan digunakan, jika tidak dihasilkan secara lokal oleh tangan atau pompa mekanis bertenaga, dapat diperoleh dengan membuka katup yang terhubung ke akumulator hidrolik atau pompa terus berjalan tekanan yang diatur oleh katup buang. Bila diinginkan untuk menghasilkan kekuatan yang lebih dari tekanan yang tersedia akan memungkinkan, atau menggunakan lebih kecil, lebih tinggi tekanan silinder untuk menghemat ukuran dan berat, sebuah intensifier hidrolik dapat digunakan untuk meningkatkan tekanan yang bekerja pada silinder tekan.
Ketika tekanan pada silinder tekan dilepaskan (cairan kembali ke reservoir), gaya dibuat dalam pers dikurangi menjadi nilai yang rendah (yang tergantung pada gesekan segel silinder itu. Piston utama tidak menarik kembali ke aslinya posisi kecuali sebuah mekanisme tambahan digunakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Burung Tidak Mempunyai Gigi?

Sejarah hilangnya gigi pada burung modern masih sulit dipahami, tetapi penelitian ini memberikan titik terang.

Mengapa Burung Tidak Mempunyai Gigi?Gambar :Nyctyornis amictus (Foto oleh Syafrizaldi)


Pernahkah Anda berpikir mengapa burung tidak mempunyai gigi? Temuan ini akan menjawab rasa penasaran Anda. DNA ini mampu mengungkapkan hilangnya gigi pada seluruh burung yang hidup di masa sekarang. Penelusuran mendapati bahwa gigi pada burung telah menghilang sejak 116 juta tahun lalu. Avian Phylogenomics Consortium, badan internasional yang berkolaborasi memeriksa evolusi burung ini berhasil menemukan alasan hilangnya gigi pada burung.
Penelitian ini dilakukan pada 48 jenis burung yang mewakili seluruh spesies hewan terbang di dunia. Mark Springer dari University of California Riverside mengungkap bahwa burung modern mempunyai nenek moyang bergigi yang disebut Archaeopteryx. Archaeopteryx hidup sekitar 150 juta tahun lalu dan dianggap sebagai spesies peralihan antara dinosaurus dan burung. Meski sama-sama mempunyai sayap, perbedaannya terletak rahang yang bergigi tajam serta bentuk kakinya.
Meski sama-sama mempunyai sayap, perbedaannya terletak rahang yang bergigi tajam serta bentuk kakinya.
Berdasarkan fosil yang ditemukan bahwa hewan tersebut mempunyai paruh parsial dengan gigi pada rahang belakangnya. Spineger menganalisis, hilangnya gigi pada burung berhubungan dengan keberadaan paruh parsial.
“Ketika mempunyai paruh parsial, maka hilangnya gigi akan lebih mungkin terjadi,” tegasnya. Namun demikian, ia mengatakan bahwa sejarah hilangnya gigi pada burung modern masih sulit dipahami.
Springer juga menduga adanya kemungkinan mutasi genlah yang menjadi penyebab hilangnya gigi pada burung. Penelitian ini menduga terdapat enam gen penting dalam pembentukan dentin dan email gigi telah bermutasi.
Keenam gen tersebut sudah tidak lagi berfungsi pada 48 jenis spesies burung yang diteliti. Tim peneliti melakukan pengecekan genom pada sejumlah hewan vertebrata tanpa gigi seperti kura-kura dan empat jenis mamalia. Mereka juga mendapati bahwa adanya mutasi pada gen pembentuk dentin dan email gigi.
Sumber: News Discovery, ABC Australia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bagaimana Cara Cumi-Cumi Terbang?

Dengan strategi ini, cumi-cumi bisa terbang lebih dari 30 meter dalam waktu tiga detik.

Bagaimana Cara Cumi-Cumi Terbang?
Gambar :Cumi-cumi melontarkan dirinya ke udara.


(Lawson Parker, Staf NGM; Emily M. Eng, Sumber: Jun Yamamoto, Hokaido University)
Makhluk berotot, tanpa tulang, dan seperti torpedo ini bisa melontarkan diri ke depan dengan mengeluarkan air dari rongga mantel mereka. Kekuatan air dapat menggerakkan luncuran di bawah air atau, dalam beberapa famili Ommastrephidae, lontaran cepat ke permukaan samudra.
Menurut para peneliti asal Jepang, ketika cumi-cumi terbang di Pasifik Barat Laut, itu bukan sekadar lompatan yang terdorong oleh kekuatan jet. Begitu di atas, cumi-cumi memeras sisa air, merentangkan sirip yang seperti sayap dan lengan-lengan yang berselaput agar tetap di udara, dan secara aktif mengubah posisi untuk mengurangi tarikan dan tetap melayang.
Diperkirakan bahwa dengan strategi ini, cumi-cumi bisa terbang lebih dari 30 meter dalam waktu tiga detik—dan menghindari predator seperti tuna serta lumba-lumba—sebelum dengan mulus mencebur kembali ke dalam samudra.
(Sumber : Alison Fromme/National Geographic)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rekayasa Genetika Mengatasi Spesies Penyerbu?

Para ilmuwan membuka diskusi publik mengenai perkembangan munculnya teknologi penggerak gen

Rekayasa Genetika Mengatasi Spesies Penyerbu? (1)
Foto: CDC/PHIL, Corbis

Nyamuk macan Asia telah berkembang pesat di seluruh dunia dari berbagai asal mereka di Asia Tenggara. Spesies ini menyebarkan banyak virus yang menimpa manusia, termasuk demam berdarah, demam Nil Barat dan radang otak Jepang.
Gen untuk memukul nyamuk harimau, menaklukkan ular pohon cokeat, dan mengusiri ikan mas Asia, semua spesies penyerbu jahat, terdengar seperti ide yang membengkak. Tapi gagasan terbaru dalam pemberantasan dengan rekayasa genetik rekayasaa menimbulkan risiko sendiri, para ahli bioteknologi memperingatkan.
Spesies penyerbu melampiaskan malapetaka di seluruh dunia, mengganggu ekosistem asli dan menimbulkan kerugian lebih dari  120 miliar dolar pada kerusakan setiap tahun di Amerika Serikat saja. Banyak spesies yang merusak secara ekonomi-dan lingkungan, seperti nyamuk, ular, dan ikan mas, menentang tahan menghadapi teknologi pembasmi yang ada kini.
Tapi ada kabar baik. Penggerak gen yang bisa memicu penurunan drastic spesies penyerbu  dengan mengutak-atik mekanika genetika ditemukan ketika teknologi lama jatuh tempo, seperti diumumkan tim ilmuwan internasional pada Kamis, 17 Juli 2014.
"Setelah spesies penyerbu tiba di habitat baru dan mendorong spesies asli punah, kita tidak perlu memiliki banyak jalan keluar untuk itu. Teknologi penggerak gen berpeluang menyebabkan kepunahan lokal spesies penyerbu, dan mengembalikan ekosistem asli, "kata Kevin Esvelt, ahli rekayasa genetika di Harvard University, dan mitra penulis makalah yang diterbitkan minggu ini dalam jurnal Science dan eLife.
Tapi dia dan rekan-rekannya memperingatkan, bahwa kita harus melangkah hati-hati; jika tidak, teknologi baru bisa meledak di wajah kita. "Kami ingin memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab untuk memecahkan masalah yang dihadapi umat manusia dan alam," kata Esvelt.
(Katie Langin, nationalgeographic.com/CHR)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berikut Temuan Terbaru Tentang Badai Matahari

Salah satu fakta terbaru tentang matahari ialah, suhu korona lebih tinggi dibanding permukaan matahari.

 

Foto: Badai Matahari (Thinkstockphoto)


Interface Region Imaging Spectrograph (IRIS) berhasil menemukan beberapa temuan terbaru tentang atmoster matahari atau korona. Bahwa suhu korona jauh lebih tinggi dibandingkan permukaan Matahari. Angin matahari adalah penyebab suhu di korona menjadi begitu tinggi.
Hasil ini memberikan informasi baru tentang pemahaman energi bintang yang dapat berpindah melalui atmosfer. Selain itu juga melacak aktivitas matahari yang dinamis dan berdampak pada Bumi.
“Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah Matahari lebih rumit dari yang diperkirakan sebelumnya,” ujar Jeff Newmark.
Ia menambahkan bahwa hasil komparasi data IRIS dengan pengamatan misi lain memungkinkan terobosan pemahaman tentang Matahari dan interaksi dengan tata surya.
Penemuan pertama IRIS ialah kantung panas matahari mencapai 200.000 derajat Fahrenheit lebih rendah dari temuan pesawat luar angkasa sebelumnya. Ilmuwan menyebut kantung panas matahari dapat mengeluarkan energi dalam waktu singkat.
Peneliti pun menemukan bahwa bahan pembentuk bintik matahari untuk pertama kalinya. IRIS pun menemukan adanya resolusi yang membuat atmosfer matahari begitu aktif.
Yang paling mengejutkan dari temuan IRIS ialah tornado di matahari. Badai itu mampu bergerak dengan kecepatan 12 mil tiap detik di atas permukaan matahari.
Sumber angin tornado ini diperkirakan berasal dari pancaran angin matahari yang berasal dari lubang korona.
Penelitian ini menyoroti efek dari ledakan matahari disebabkan mekanisme yang disebut rekoneksi magnetik. Dimana garis medan magnet mampu mengirimkan partikel dengan kecepatan cahaya.
”Penelitian ini memberikan gambaran detail tentang keadaan di matahari yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata De Pontieu, salah satu pemimpin IRIS di California. ”Hasil temuan ini menjawab pertanyaan yang selama ini membingungkan dan menawarkan beberapa kejutan jawaban,” tambahnya.

(Sumber: Science Daily)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Komet dan Sejarah Kehidupan di Bumi

Ketika tabrakan besar komet dan asteroid memusnahkan kehidupan pertama di Bumi, maka dalam waktu singkat kehidupan lain pun muncul.

Komet dan Sejarah Kehidupan di Bumi
Gambar 1 :  Impresi seniman atas pendaratan Rosetta di Komet 67P/Churyumov–Gerasimenko. Gambar ini tidak dalam skala. (Kredit: ESA/NASA)

Pernahkah terbersit pertanyaan-pertanyaan ini dalam benak kita? Dari mana kita berasal? Apakah kita sendirian di alam semesta? Inilah pertanyaan yang tak kunjung berhenti dilontarkan. Pertanyaan dan misteri inilah yang membawa manusia membangun mimpi menemukan kawan yang lain di alam semesta ini. Atau setidaknya menelusuri kembali jejak sejarah kehidupan manusia di Bumi.
Pertanyaan itu jugalah yang membawa manusia menelusuri kembali jejak masa lalu Tata Surya. Tujuannya satu: menelusuri dari mana kehidupan di Bumi berasal. Dari mana air yang menjadi kunci kehidupan di Bumi bisa hadir. Bagaimana Bumi bisa memiliki komposisi air yang sedemikian banyak sehingga mampu mempertahankan kehidupan?
Jawaban pertama, Bumi bisa memiliki air dalam wujud cair karena ia berada di zona laik huni Matahari. Tapi dari mana datangnya air itu? Berbagai teori dikemukakan, dan salah satunya adalah air di Bumi diyakini dibawa oleh komet.
Komet ISON hasil jepretan ...
Gambar 2 : Komet ISON hasil jepretan astrofotografer Adam Block.
Kehidupan di Bumi dimulai di akhir periode tabrakan besar, sekitar 3,8 milyar tahun yang lalu. Sebelum periode tabrakan tersebut, Bumi diserbu oleh puing-puing antarplanet yang menjadi materi pembentukan planet cikal bakal rumah manusia ini. Akibat dari serbuan puing-puing antar planet tersebut, proto-Bumi menjadi sangat panas sehingga tidak mungkin kehidupan bisa tebrnetuk di dalamnya. Disinilah, asteroid dan komet memainkan peran pentingnya.
Tabrakan besar dari asteroid dan komet mengubah jalannya sejarah Bumi dari planet yang sangat panas menjadi planet laik huni. Serbuan komet di masa awal pembentukan Bumi menjadi kunci kehadiran air di Bumi. Yup! Air dan molekul organik yang menjadi dasar bagi tumbuh kembang kehidupan di Bumi dihantarkan lewat serbuan komet-komet di masa itu.
Selama periode tabrakan besar asteroid dan komet, lautan yang ada di Bumi menguap dan molekul berbasis karbon yang jadi dasar kehidupan di Bumi kala itu sangat rapuh sehingga tidak dapat bertahan. Setelah itu, kehidupan awal yang mungkin terbentuk di Bumi pun musnah. Tapi di akhir periode tabrakan besar, kehidupan muncul! Buktinya adalah fosil paling tua yang ditemukan di Bumi usianya 3,5 miliar tahun. Fosil mikroba yang ditemukan di Australia tersebut diyakini menjadi bukti keberadaan awal kehidupan di Bumi yang kemudian berkembang dan berevolusi.
Tapi, bagaimana mungkin kehidupan awal Bumi yang rapuh itu berakhir ketika tabrakan besar terjadi, dan ada kehidupan baru yang muncul di akhir periode tabrakan besar? Artinya, dalam periode yang sangat singkat kehidupan bisa bertumbuh, berkembang dan bertahan di Bumi. Kehidupan yang kemudian berevolusi menjadi kehidupan kompleks di Bumi.
Sebelum periode tabrakan besar, Bumi hanya memliki sedikit air dan molekul berbasis karbon di permukaannya. Nah, bagaimana mungkin dalam waktu singkat bisa ada kehidupan baru? Jawabannya berada pada tabrakan besar itu sendiri.
Komet yang bertubi-tubi menghantam Bumi itulah yang menghantarkan air dan molekul organik untuk membentuk kehidupan. Artinya, komet disusun oleh air es, debu dan molekul organik yang berlimpah dari sisa pembentukan Tata Surya 4,6 milyar tahun lalu. Dan mereka tersimpan abadi di tepi luar Tata Surya yang jauh dari Matahari sehingga kondisinya cukup beku untuk terus bertahan apa adanya.

Di sebuah ruang bersih NASA, ...
Gambar 3: Di sebuah ruang bersih NASA, ilmuwan meneliti perangkap berisi debu yang ditangkap wahana Stardust saat terbang melewati komet Wild 2.Lebih lengkap mengenai penelitian debu komet ini dan hubungannya dengan awal semesta manusia dalam NGI Agustus 2013. (Mark Thiessen)
Jadi, ketika tabrakan besar komet dan asteroid memusnahkan kehidupan pertama di Bumi, maka dalam waktu singkat kehidupan lain pun muncul. Dan diyakini tabrakan komet 65 juta tahun lalu juga memusnahkan lebih dari 75% kehidupan di Bumi termasuk dinosaurus. Tabrakan itu menyisakan kehidupan yang dapat bertahan dan berevolusi menjadi seperti yang ada saat ini. Pada akhirnya, komet tampaknya memiliki dualisme yang menarik. Menghancurkan kehidupan tapi kemudian membangun kehidupan baru dan pada akhirnya hanya yang dapat beradaptasilah yang terus bertahan.
Komet memang menghadirkan air dan molekul kehidupan di Bumi. Tapi keberadaan Bumi juga membantu keberlangsungan evolusi kehidupan tersebut. Lokasi Bumi di zona laik huni Matahari yang hangat menjadi alasan lain kehidupan bisa terus bertahan dan berkembang. Tanpa itu, kehidupan akan mati menyisakan Bumi sebagai planet kosong tak berpenghuni. Jika Bumi terlalu panas, nasibnya mungkin tak beda jauh dengan Venus, atau mungkin jadi seperti Mars yang berada di tepi luar zona laik huni Matahari. Gersnag dan berdebu.

Ilustrasi komet.
Gambar 4 : Ilustrasi komet. (thinkstockphoto)
Untuk dapat mengetahui komposisi awal terbentuknya planet-planet maka para astronom pun mempelajari komposisi komet. Diharapkan, para astronom dapat menelusuri jejak masa lalu Bumi dan juga planet-planet di Tata Surya serta dapat mengetahui bagaimana kehidupan berawal. Dengan informasi inilah, para astronom akan mencari Bumi lain di sistem ekstrasolar yang sudah menghadirkan ribuan planet untuk ditelaah dan setidaknya ada sekitar 21 planet yang diyakini memiliki potensi kehidupan. Akankah kehidupan di planet-planet tersebut memiliki kemungkinan untuk bertumbuh dan berkembang dan akankah kehidupan itu pun berasal dari tabrakan komet di sistem masing-masing planet tersebut? Itulah pertanyaan yang masih harus ditelusuri jawabannya.
Komet, benda kecil yang berada jauh di tepi luar Tata Surya bahkan dianggap sebagai pertanda datangnya bencana bagi manusia di Bumi. Tapi, benda kecil yang isinya hanya es dan debu ini menyimpan bumbu dan bahan yang membentuk Tata Surya. Komet adalah saksi sejarah yang tak lekang oleh waktu. Meskipun bentuknya, warnanya tak tampak menarik, bahkan sulit untuk bisa diamati, namun benda kecil inilah kunci cerita tentang pembentukan planet-planet di Tata Surya dan juga di bintang lain.

Sumber : langitselatan.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ingin Tahu Bagaimana Pembentukan Tata Surya?

Kisah ini dimulai dari kelahiran bintang yang kita kenal dengan nama Matahari, 4,6 miliar tahun lalu.

Ingin Tahu Bagaimana Pembentukan Tata Surya?


Gambar 1 : Ilustrasi. (Thinkstockphoto)


Kisah ini dimulai dari kelahiran bintang yang kita kenal dengan nama Matahari, 4,6 miliar tahun lalu.
Sejak dahulu, di galaksi Bima Sakti terdapat banyak sekali awan molekul berukuran raksasa dengan massa 105 – 106 massa Matahari dengan awan molekul yang paling kecil berukuran 0,1 – 10 massa Matahari. Awan molekul ini didominasi oleh Hidrogen dan Helium dan diikuti unsur lainnya seperti Karbon, Nitrogen dan Silikat dengan jumlah yang sangat sedikit.
Pada awalnya awan molekul dalam kondisi yang stabil tapi bisa runtuh jika ada gangguan yang menyebabkan terjadinya ketidakstabilan.
Suatu hari, datanglah gelombang kejut dari ledakan mahadahsyat bintang yang ada di dekatnya. Akibatnya, partikel gas dan debu membentuk awan sferis yang rapat dan mampat. Awan pun mengalami keruntuhan, dimulai dari akumulasi materi ke inti. Semakin banyak materi yang ditarik ke inti, gravitasi pun semakin meningkat. Selama keruntuhan/pengerutan terjadi, inti berotasi semakin cepat dan temperatur pun meningkat.
Pada akhirnya inti memiliki energi yang cukup untuk memulai reaksi pembakaran hidrogen menjadi helium. Maka dimulailah reaksi nuklir yang melepaskan energi sangat besar. Inilah proses kelahiran bintang yang kita kenal sebagai Matahari dengan massa 99.8% dari massa awan.

Foto ini menampilkan Jupiter ...

Gambar 2 :Foto ini menampilkan Jupiter dan Ganymede, bulan terbesar di Tata Surya. Ganymede tiga kali lebih besar dari Bulan dan bahkan lebih besar dari planet Merkurius. (NAOJ/JAXA/Tohoku University)


Nah, bagaimana dengan pembentukan planet-planet? 
Tidak semua materi di awan molekul membentuk Matahari. Masih ada sisa debu dan gas yang membentuk piringan di sekeliling Matahari, sehingga kalau dilihat akan tampak seperti sebuah piringan dengan bola gas raksasa yang berpijar di tengahnya. Partikel-partikel yang ada di piringan diisi oleh 75% hidrogen, 25% helium, dan 2% elemen lainnya. Mereka bergerak dalam orbit lingkaran mengelilingi Matahari.
Meskipun temperatur di area inti meningkat tajam, akan tetapi semakin jauh dari inti temperatur pun semakin rendah. Karena itu, materi yang berada di area inti akan dengan mudah menguap, sedangkan gas di area yang jauh dan dingin akan tetap berada dalam kondisi gas.

Ilustrasi planet


Gambar 3 : Ilustrasi planet (Thinkstockphoto)


Materi di dalam piringan kemudian berkondensasi membentuk butiran padat maupun cair. Butiran yang terbentuk di dekat Matahari merupakan butiran padat termasuk di dalamnya senyawa alumunium, titanium, besi, nikel, dan silikat.
Di pinggiran piringan, temperatur cukup rendah sehingga molekul hidrogen berkondensasi membentuk es dari air es, metana beku, dan amonia beku. Perbedaan temperatur antara area di dekat bintang dan area yang jauh dari bintang menjadi kunci perbedaan dari planet yang nantinya terbentuk.
Partikel di dalam piringan saling berinteraksi dan bergabung membentuk butiran berukuran mikroskopik yang sangat kecil. Masa pembentukan planet adalah masa yang keras dan kejam. Bagaimana tidak! Butiran-butiran yang ada di piringan bergerak dan bertabrakan dengan butiran lainnya. Hasilnya butiran-butiran tersebut kemudian bergabung membentuk partikel yang lebih besar dan lebih padat. Tabrakan antar partikel terus terjadi dan partikel-partikel kemudian membentuk planet kecil atau planetesimal.
Proses penggabungan ini terus terjadi dan planetesimal terus bertumbuh semakin besar yang kemudian dikenal sebagai protoplanet aka cikal bakal planet. Protoplanet dalam interaksinya menarik planetesimal dengan komposisi yang mirip untuk bergabung dan membentuk planet.
Karena semakin jauh temperaturs semakin rendah, maka di dekat Matahari, planetesimal yang terbentuk berupa batuan dan logam karena gas sudah pasti menguap. Dan terbentuklah planet batuan seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Semakin jauh, selain dari batu dan logam, planetesimal juga terbentuk dari serpihan es. Interaksi antara planetesimal yang disusun oleh batu, logam dan serpihan es dengan planetesimal lain membentuk inti planet raksasa. Inti yang terbentuk sangat besar dan mampu menangkap gas hidrogen dan helium untuk membentuk atmosfer yang sangat tebal. Pada akhirnya terbentuklah planet raksasa yang kaya hidrogen dan helium dengan inti batuan yang mampat.
Kalau kita menjelajah semakin jauh ke bagia luar piringan, maka kondisinya pun semakin dingin. Sangat dingin karena temperatur semakin rendah. Di area terluar nan dingin itu, masih ada planetesimal es yang tetap bertahan dan membentuk benda-benda kecil berukuran beberapa kilometer. Benda-benda kecil tersebut dikenal sebagai benda di Sabuk Kuiper. Beberapa obyek di sabuk Kuiper memiliki ukuran cukup besar seperti Pluto, Makemake, Sedna, Eris yang kemudian digolongkan sebagai planet kerdil karena tidak mampu "membersihkan" area di sekelilingnya dari planetesimal lainnya. Jadi kalau obyek-obyek ini merupakan sebuah planet, maka gravitasinya cukup untuk menarik obyek lain di sekelilingnya untuk bergabung atau melontarkannya ke luar Tata Surya.
Sementara itu, area di antara Mars dan Jupiter diisi oleh benda-benda kecil lainnya yang dikenal sebagai sabuk asteroid. Di area ini, kumpulan planetesimal batuan berukuran beberapa meter sampai dengan 1000 km bergerak mengelilingi Matahari. Planetesimal di area ini merupakan sisa pembentukan Tata Surya yang tidak berhasil berkoalisi membentuk planet karena gangguan gravitasi dari Jupiter.

Europa ketahuan menyemburkan ...

 Gambar 4 : Europa ketahuan menyemburkan uap air mencapai ketinggian lebih dari Everest. (Southwest Research Institute)


Satelit Alam dan Cincin Planet Raksasa
Planet-planet di Tata Surya diketahui memiliki pengiring atau satelit alam. Untuk planet raksasa, satelit alam diyakini terbentuk lewat proses hampir serupa dengan kelahiran planet. Pada masa awal pembentukan planet raksasa, terdapat sejumlah besar gas di sekeliling planet yang kemudian berinteraksi membentuk satelit-satelit di sekeliling sang planet.
Untuk Mars, satelit pengiringnya terbentuk di tempat lain dan kemudian ditangkap oleh Mars untuk mengitarinya. Sedangkan pengiring Bumi, Bulan, terbentuk lewat tabrakan Bumi dengan sebuah benda yang diduga sebesar Mars dan kemudian sisa tabrakan itulah yang menjadi Bulan yang mengelilingi Bumi. Sementara planet terdekat dengan Matahari yakni Merkurius dan Venus tidak memiliki satelit, karena jika ada satlit di sana maka satelit itu tidak dapat bertahan.

Diambil dengan WAC (Wide Angle ...

Gambar 5 : Diambil dengan WAC (Wide Angle Camera) dari Mercury Dual Imaging System pada pesawat Messenger yang mengorbit Merkurius, Selasa (24/5), foto hitam-putih ini menampilkan belahan Merkurius sebelah selatan. Tidak seperti Bumi, Merkurius memiliki kemiringan aksial hanya 0,02 derajat, terkecil di seluruh Tata Surya. Hasilnya, tidak ada musim di Merkurius. (NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegi)

Dalam proses pembentukan seluruh planet di Tata Surya, ketika planet raksasa sudah terbentuk, maka planetesimal yang bergerak dekat dengan planet akan dikoyakkan oleh gravitasi dan pecahan-pecahannya kemudian terperangkap mengorbit planet raksasa sebagai cincin. Sejauh ini demikianlah yang kita pahami tentang sejarah Tata Surya tempat tinggal kita. Penemuan-penemuan detil-detil lain di Tata Surya maupun di sistem keplanetan lain akan semakin memperkaya pemahaman kita.

Sumber : Pengembara Angkasa/langitselatan.com

 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Layar Semesta Bertabur Meteor Geminids

Rasi bintang Gemini menggelar pertunjukan agung di setiap Desember. Apakah Anda salah seorang yang beruntung menyaksikannya?

Layar Semesta Bertabur Meteor Geminids
Gambar 1 : Hujan meteor Geminids di Belahan Bumi Utara pada Desember 2013. (Asim Patel/Wikimedia Commons)
Sosok bulat telur berwarna putih cemerlang dengan pendaran hijau melesat bersama ekornya yang panjang. Pendaran cahaya itu berlipat kali lebih besar dan lebih terang dari kerlip bintang, atau kedip lampu pesawat terbang.
Dia menukik di tabir cakrawala timur, hanya selama dua-tiga detik, lalu lenyap begitu saja bak tenggelam di kegelapan malam. Seketika saya terjelengar dan takjub.
Langit Jakarta dan sekitarnya sungguh cerah berserak bintang kemintang pada Minggu malam, 14 Desember. Saya sengaja menanti kemunculan sosok cahaya berekor itu dari sehamparan tempat lapang di sudut Tangerang Selatan, pada pukul 22.31 WIB.
Fenomena ini merupakan bagian dari derasnya hujan meteor Geminids yang menerjang atmosfer Bumi sekitar 4 hingga 17 Desember 2014. Dan, 14 Desember merupakan puncaknya.
Geminids merupakan hujan meteor yang terjadi karena orbit Bumi melewati serpihan asteroid 3200 Phaethon. Kecepatannya meteor itu mencapai 35 kilometer perdetik. Peristiwa akhir tahunan ini baru terungkap pada 1862.
Dalam satu jam saja, Bumi bisa dihujani hingga seratusan meteor yang menjadikannya pertunjukan teragung jelang tutup tahun.
Dalam tabir peta langit, lokasinya di sekitar rasi bintang Gemini yang terdiri atas 48 bintang yang membentuk sosok manusia kembar yang ditemukan oleh Ptolomaeus pada abad ke-2. Gemini terbit sekitar pukul 21.00 dan bergerak ke arah barat seiring mendekatnya pagi hari—saya pun dalam pengamatan ini merasa terberkahi lantaran berzodiak Gemini!
Dalam satu jam saja, Bumi bisa dihujani hingga seratusan meteor yang menjadikannya pertunjukan teragung jelang tutup tahun. Biasanya meteor akan habis terbakar sebelum sampai Bumi. Hanya sebagian kasus saja yang mencapai permukaan Bumi—disebut meteorit—atau menimbulkan bencana besar seperti di Rusia pada awal 2013.

Gambar 2: "Gemini" dalam Urania's Mirror karya Sidney Hall 1825. (United States Library of Congress's Prints and Photographs division/Wikimedia Commons)
Peristiwa alam semesta ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sehingga menyatukan warga seantero jagad.  Seorang perempuan muda asal Okinawa yang kini tinggal di Kyoto, Jepang, mengungkapkan ketakjuban kala menyaksikan hujan meteor tersebut dalam akun twitternya @Ikumizura. Dia menyaksikan hujan meteor ini selama tiga jam, dari pukul sebelas hingga satu malam waktu setempat.
“Ini adalah pertama kali buat saya! Salah satu hujan meteor paling cemerlang, itulah mengapa saya begitu heboh.” Beberapa saat berselang, kemudian dia melanjutkan, “Saya sudah menyaksikannya... Kini benar-benar mengantuk. Namun, 10 bintang beralih untuk 10 harapan adalah lebih dari  apa yang saya perkirakan.”
“Yupp warnanya kehijauan,” ungkapnya menanggapi kicauan saya tentang hasil pengamatan di Tangeran Selatan. “Meskipun cukup bikin pegal leher, itu hal yang sungguh mengesankan!”
“Ini adalah pertama kali buat saya! Salah satu hujan meteor paling cemerlang, itulah mengapa saya begitu heboh.”
Anggapan bahwa sebagian unsur yang menyusun tubuh kita berasal dari gugusan bintang di alam semesta itu barangkali benar adanya. Hampir seluruh warga Bumi pun mewarisi pesan leluhur mereka: Jika melihat bintang beralih segeralah sampaikan keinginan atau cita-cita, kelak semuanya akan terkabul!
Malam itu ketika semua orang tidur lelap dalam senyap, Bumi melaju menembus bongkahan batu-batu luar angkasa. Lapisan atmosfer telah melindungi kehidupan di Bumi dari serangan meteor sehingga semua orang tetap tidur nyenyak. Setiap pertunjukan selalu memberikan pesan kepada pemirsanya. Dan, malam itu Sang Dalang menyadarkan betapa kecil dan tak berartinya kita dalam kerumitan jagad raya ini.
Saya pun terharu akan pesan Albert Einstein, “Apa yang saya saksikan di alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami seluruhnya, dan hal itu sudah sepantasnya membuat orang senantiasa rendah diri.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kotoran Kambing, Solusi Pengganti LPG

Rencana Pemerintah menaikan harga LPG tak membuat risau, selama kotoran kambing dijadikan pengganti energi.

Kotoran Kambing, Solusi Pengganti LPG
Gambar 1 : Suharyanto (kiri), peternak kambing di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, memeriksa reaktor biogas yang sekaligus dijadikan sarana pengolahan pupuk organik (VOA/ Nurhadi)
Pemerintah berencana untuk menaikkan secara berkala harga gas LPG 12 kilogram hingga mencapai harga keekonomian agar Pertamina tidak terus merugi.
Mayoritas masyarakat akan resah begitu mendengar pengumuman bahwa pemerintah akan menaikkan harga gas LPG.
Persoalannya, mereka kini tidak lagi menggunakan kayu bakar ataupun minyak tanah ketika memasak. Sehingga ketergantungan kepada LPG menjadi sangat besar. Bukan hanya kenaikan harga, kadangkala persoalan ditambah dengan minimnya pasokan di pasar.
Namun, ada sejumlah warga masyarakat yang tidak peduli berapapun kenaikan harga LPG dan apakah tersedia di warung dekat rumah atau tidak. Salah satunya adalah Suharyanto, peternak kambing di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dia kini tidak lagi membutuhkan LPG produk Pertamina, karena telah memiliki reaktor biogas yang mengubah kotoran kambing miliknya menjadi gas untuk kebutuhan dapur rumahnya.
"Kambing ini saya yakini kandungan gas metannya lebih tinggi. Akhirnya saya mencoba mengusulkan pada rapat kelompok itu, bagaimana kalau kita membuat biogas dari limbah kambing. Akhirnya teman-teman setuju, dan akhirnya kita buat. Bahkan sebetulnya bisa dimaksimalkan untuk dua sampai tiga rumah itu reaktor saya yang berkapasitas enam kubik," kata Suharyanto.
Sebelum memiliki reaktor biogas ini, biasanya Suharyanto membutuhkan empat tabung gas tiga kilogram setiap bulannya. Kini dia memenuhi kebutuhan gas itu secara gratis. Sejumlah tetangga yang juga memiliki kambing dan tergabung dalam kelompok peternak kambing Perkasa, mengikuti langkah Suharyanto. Menurutnya, selain gas, mereka juga memperoleh manfaat lain berupa pupuk organik siap pakai, untuk kebutuhan tanaman pangan mereka di sawah.
Ia menambahkan, "Saya bisa mengatakan begini, orang kalau memiliki ternak kalau tidak punya biogas, dia rugi sekali. Sebenarnya semuanya bisa saling berkaitan, antara peternakan, pertanian bahkan perikanan pun bisa. Karena limbah dari biogas ini sangat bagus juga untuk kita bikin pelet dan pestisida organik."
Program biogas rumah tangga ini dilaksanakan oleh organisasi nirlaba, Hivos. Sejak tahun 2009, organisasi ini telah membangun 12.600 reaktor biogas rumah tangga di 9 provinsi di Indonesia.
Dipaparkan Agi Cakradirana dari Hivos, peternak tidak memperoleh reaktor secara gratis. Hivos memberikan diskon 2 juta rupiah untuk kebutuhan membangun reaktor, yang dalam skala kecil membutuhkan dana 7 juta rupiah.
Pendampingan juga diberikan secara intensif, agar manfaat biogas benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.
"Kalau kita lihat berdasarkan studi yang sudah kita lakukan, di Indonesia sebenarnya potensinya banyak sekali, bisa sampai satu juta pengguna, atau satu juta rumah tangga yang memanfaatkan biogas. Karena jumlah ternaknya banyak sekali, kemudian jumlah petaninya juga banyak dan tersebar di berbagai daerah. Jadi, ambisi kami, tahun ini misalnya harus mencapai 14.000 sampai 15.000, kemudian tahun depan tambah lagi sekitar 2.000 atau 3.000, dan seterusnya," ujar Agi Cakradirana.
Biogas semacam ini sangat tepat diterapkan bagi masyarakat petani atau peternak, asal mereka memiliki hewan ternak baik itu sapi ataupun kambing. Kekurangannya adalah karena tidak praktis dan membutuhkan investasi awal cukup besar bagi pemilik ternak.
Namun, potensinya luar biasa untuk mengurangi beban pemerintah dalam penyediaan gas, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Sumber :www.voaindonesia.com

 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SURAT UNTUK MANGROVE

Indah, menarik, unik, dan mengagumkan memang pantas disematkan padamu,
mangrove. Karena kau sangatlah mempesona. Mempesona semua makhluk yang
memandangmu.

Semilir angin yang berhembus membuatku merasakan kesejukan kala aku
mengunjungimu. Pemandangan nan hijau juga sangat memanjakan mata.
Sungguh damai dan tenang jiwa ini tatkala berada di sekelilingmu.

Karena kau juga Nusantara kita disebut paru-paru dunia. Keberadaanmu
sangat melimpah, bahkan paling melimpah diantara semua  mangrove
negara-negara lain. Kau memegang peranan penting sebagai penyerap
karbon, hingga kau mampu mengurangi efek pemanasan global di dunia
ini.

Kau membawa sejuta manfaat bagi makhluk di dunia ini. Kau merupakan
rumah bagi kepiting, ikan, udang, dan biota laut lainnya. Mereka
beranak pinak dan tumbuh besar disana. Burung dan kera juga
menjadikanmu untuk tempat singgah dan mencari makan. Kau juga mampu
mengurangi terjadinya abrasi laut. Dan anggota tubuhmupun banyak
dimanfaatkan oleh sebagian besar makhluk yang disebut manusia.
Batangmu bisa dijadikan arang berkualitas tinggi, bahan pembuatan
papan, obat dan pewarna batik. Buahmu bisa dijadikan sumber makanan.
Daunmu dapat dijadikan obat. Betapa mulia kehadiranmu di dunia ini.

Tapi, kini keberadaanmu sangat menyayat hatiku. Jumlahmu semakin hari
semakin berkurang. Semakin banyak tangan-tangan jahat yang merusakmu.
Semakin banyak tangan-tangan nakal  yang menyakitimu. Semakin banyak
tangan-tangan usil yang mengotori sekitarmu hingga membuatmu tak
nyaman. Semakin banyak tangan-tangan yang merasa tak berdosa
membunuhmu. Dan semakin banyak tangan-tangan keji yang memanfaatkanmu
hingga di luar batas kewajaran. Tangan-tangan itu adalah tangan-tangan
manusia yang rakus, rakus dengan segala apa yang ada, termasuk yang
ada pada dirimu.

Mangrove, meskipun aku sama-sama manusia namun aku bukanlah manusia
yang seperti itu. Andai saja aku punya penglihatan yang tak terbatas
dan sanggup mengintai di segala penjuru manusia-manusia yang menjadi
musuhmu, aku akan menangkap mereka dan membuat mereka jera. Karena aku
tahu kau tak bisa lari layaknya seekor rusa yang akan diterkam singa
ketika mereka mengganggumu atau berteriak-teriak minta tolong seperti
halnya seorang perempuan yang diburu kawanan perampok. Namun itu
hanyalah sekedar pengandaian karena aku tak mungkin melakukan itu.
Yang mungkin bisa aku lakukan adalah menanam, menjaga, dan merawatmu.
Menanammu sebanyak-banyaknya hingga kau melimpah lagi,hingga kau bisa
memberikan kenyamanan ketika aku disekelilingmu, dan hingga kau bisa
memberikan banyak manfaat lagi. Aku juga akan menjagamu dari
tangan-tangan tak bertanggungjawab yang berusaha mengganggumu, yang
berusaha mengotorimu. Dan aku akan selalu merawatmu hingga kau tumbuh
dengan sangat cantik dan tampan, hingga semuanya akan kembali
terpesona padamu.

Kerusakan mangrove  yang semakin hari semakin parah harus segera
ditindaklanjuti. Masyarakat, pemerintah,  pihak swasta, dan mahasiswa
atau orang terdidik yang peduli dan sadar terhadap hal ini sangatlah
diperlukan. Masyarakat, terutama yang berada di sekitar mangrove
sangatlah diperlukan campur tangannya untuk mengelola mangrove.
Pemerintah, sebagai penyuplai dana dan  pemberi izin segala hal harus
mempermudah pelaksanaan penyelamatan mangrove. Pihak swasta, sebagai
penyuplai dana seperti halnya  pembelian bibit dan perawatan mangrove
juga sangat diperlukan. Mahasiswa sebagai insan yang terdidik dan
melek ilmu wajib meng-share-kan ilmu yang diperolehnya. Mereka juga
bisa mempelopori terbentuknya suatu komunitas yang berkecimpung
menangani mangrove dengan  menggeret segala kalangan, baik dari sesama
mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan swasta. Masyarakat sekitar
dalam hal ini sangatlah vital keberadaanya, karena mereka selalu
berada di areal mangrove sehingga mampu mengawasi dan menjaga mangrove
lebih dari yang bisa dilakukan lainnya. Oleh karena itu, mengajak
masyarakat sekitar untuk bergabung dalam komunitas peduli mangrove
dalam tujuan melestarikan mangrove harus lebih digalakkan.  Semuanya
memang harus saling bekerjasama demi kembalinya eksistensi mangrove di
Indonesia.

Kemudian, sosialisasi tentang mangrove kepada masyarakat sekitar
mangrove sangatlah diperlukan. Sosialisasi yang disampaikan bisa
berupa manfaat mangrove, cara menanam bibit mangrove, dan cara merawat
mangrove. Pemberian pemahaman bahwa mangrove tumbuh dengan sangat lama
juga mutlak diperlukan agar masyarakat paham bahwa mereka tidak boleh
menebang mangrove dengan sembarangan.  Dengan dilakukan sosialisasi
seperti ini, masyarakat sekitar akan mengetahui betapa banyak manfaat
yang diperoleh dari mangrove ketika mangrove hidup dengan  lestari.
Masyarakat juga akan mengerti untuk apa mangrove perlu dilestarikan
dan bagaimana cara pelestariannya, termasuk penanaman bibit-bibit
mangrove dan juga perawatannya.

Selanjutnya, setelah masyarakat sekitar diajak untuk ikut dalam
komunitas peduli mangrove dan diberikan sosialisasi tentang mangrove,
rehabilitasi mangrove seyogyanya melibatkan masyarakat sekitar selain
melibatkan pihak swasta dan pemerintah sebagai pemberi izin dan
penyuplai dana.  Dengan melibatkan masyarakat sekitar maka mereka akan
merasa memiliki sehingga mereka akan lebih bertanggungjawab. Mereka
tidak akan menebang dan merusak mangrove sembarangan untuk memenuhi
kebutuhan mereka. Ini memungkinkan mangrove untuk tetap lestari.

Lebih lanjut lagi, untuk pengelolaan mangrove dengan tetap
memperhatikan kelestariannya maka perlu dibentuk suatu badan
organisasi yang menanganinya dengan beranggotakan komunitas peduli
mangrove yang telah terbentuk tadi, misalnya dalam bentuk koperasi.
Koperasi tersebut berbadan hukum dan diawasi oleh pemerintah,
pemerintah setempat khususnya. Koperasi tersebut  diberikan kewenangan
untuk mengelola mangrove, termasuk mengambil manfaat-manfaat yang
dapat diambil dari mangrove seperti halnya mengambil kepiting, ikan,
udang, dan biota lainnya. Selain itu, koperasi tersebut juga
diperbolehkan mengambil batang, daun, buah, dan akar mangrove untuk
dijadikan arang, obat-obatan, sumber makanan, dan sebagainya. Nah,
kesemuanya tadi bisa dijadikan sebagai komoditi mangrove yang
mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Namun pengambilan tersebut
haruslah terkontrol, misalnya hanya mengambil biota yang jumlahnya
cukup banyak dan hanya menebang mangrove yang cukup besar. Disamping
itu, dengan menjadikan kawasan mangrove sebagai tempat wisata maka
koperasi tersebut akan memperoleh keuntungan tersediri. Semua hasil
yang diperoleh akan masuk ke koperasi dan kemudian keuntungannya akan
dibagikan kepada anggota koperasi sesuai dengan peraturan yang telah
disepakati. Dengan begitu, maka perekonomian masyarakat sekitar akan
meningkat dan mereka dapat hidup dengan lebih sejahtera. Mangrove pun
juga dapat hidup dengan lebih lestari dan sejahtera, sesejahtera
masyarakat sekitar yang disejahterakannya. Pelestarian mangrove yang
pro terhadap masyarakat sekitar dengan melibatkan mereka sehingga
mereka benar-benar dapat merasakan manfaatnya akan menjadikan mangrove
tetap lestari.

Nb : karya ini telah dipublikasikan dalam Kasemat Competition 2013 sebelum dipublikasikan dalam blog ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ilmuwan Australia Pecahkan Rekor Energi Matahari

Tingkat efisiensinya 40 persen dalam konversi sinar matahari menjadi energi listrik.

Ilmuwan Australia Pecahkan Rekor Energi MatahariGambar : Panel Surya yang bisa memindahkan 40 persen sinar matahari menjadi energi listrik

Ilmuwan Australia berhasil memecahkan rekor baru energi matahari, dengan membuat panel surya yang bisa memindahkan 40 persen sinar matahari menjadi energi listrik. Penemuan yang dilakukan oleh University of New South Wales digambarkan sebagai yang pertama kali berhasil dilakukan di dunia.
"Ini adalah tingkat efisiensi tertinggi yang pernah dilaporkan dalam konversi sinar matahari menjadi energi listrik," kata Profesor Martin Green dari UNSW, dalam pernyataan tertulis.
"Kami menggunakan sel solar komersial, namun dalam cara baru. Jadi peningkatan efisiensi ini akan seegra bisa digunakan oleh kalangan industri panel surya," tambah Dr. Mark Keevers, ilmuwan UNSW yang mengelola proyek tersebut.
Dalam proses sebelumnya, biasanya hanya digunakan satu sel solar dimana konversi dari sinar matahari menjadi listrik adalah sekitar 33 persen. Teknologi terbaru adalah membagi sinar matahari ini ke dalam empat sel berbeda, sehingga setiap sel bisa menerima sinar matahari lebih banyak. Menurut UNSW, tingkat efisiensi ini dicapai dalam uji coba di Sydney dan sudah juga dibuktikan di Laboratorium Energi Terbarukan Milik pemerintah Amerika Serikat.
Profesor Green mengharapkan teknologi baru ini diharapkan nantinya bisa digunakan dalam panel surya yang dipasang di atap rumah pribadi, yang sekarang ini tingkat efisiensinya berkisar baru antara 15 – 18 persen.
"Panel yang ada di atap rumah sekarang ini, hanya berisi sel tunggal, namun nantinya akan berisi beberapa sel berbeda. Dengan begitu, efisiensinya juga akan meningkat," tambah Green.
(Sumber: ABC)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS